Jumat, 25 November 2016

Beralihlah, Menuju Pagi



-vsyardilla



Pagi ini masih sama, masih terdengar lantunan suara ayam yang berkokok, kicauan burung yang sangat merdu serta secangkir kopi yang selalu setia menemani. Bagaimana dengan pagimu? Masihkah pagi kita berbeda? atau hanya rindu kita saja yang tak sama?

 

Jika tidak ada pagi, masihkah kau berbicara senja? Masih indahkah senja mu? Jika kau tak keberatan lihatlah aku dibalik pagi, terselip  namamu dalam keadaan teduh. Bagai bingkisan indah yang telah kurangkai hingga tersusun begitu rapi.


Masih#KAMU




Rasa nya lucu ya, seakan berjarak meskipun mata kita saling menatap, Tagan kita masih tersentuh, namun raga kita seakan terasa jauh. Ternyata waktu begitu cepat  ya, mendekatkanmu kepadaku lalu ia membawa mu kembali untuk menjauh.

Sepekan lalu ingat enngak untuk pertama kalinya kita berkenalan, unik ya? Mungkin ini perkenalan yang paling mengesankan buatku. Keadaan nya masih sangat kaku, namun kita memulai percakapan percakapan yang sama sekali enggak ada arahnya.

Dari hari itu kita semakin dekat, kita menjadi dua orang yang sangat akrab. “Hari ini aku bertemu dengan orang aneh, aku jatuh cinta, aku galau, aku kesel, aku mau gini, menurutmu?” hampir setiap hari aku mengucapkan kata-kata itu kepadamu.  Aku enggak pernah kepikiran kalau kamu merasa terganggu hanya saja melakukan kebiasaan itu, aku sangat nyaman.

Sialnya, keadaan yang begitu menyenangkan aku rusak dengan seketika. menyebalkan, namun enggak ada yang salah jika telah menyangkut perasaan. Diam-diam aku cemburu! Tanpa disadari aku memiiki perasaan yang tak biasa. Aku menghindar, sering kali aku menolaknya namun semakin aku menghindari ia semakin menghantui. 

Kau berhak marah, kau berhak kecewa, namun kau tak berhak menyalahkan perasaanku karna aku tak menyuruhmu untuk bertanggung jawab atas perasaan yang ku punya. Kita mulai berjarak, sepertinya bukan kita, tetapi hanya aku. Kau terlihat biasa namun aku tak bisa sepertimu. 

Beberapa orang menemukanku. Bahkan salah satu dari mereka kau mengetahuinya. Namun bagaikan manusia yang tak berhati, aku melewatkan mereka begitu saja tanpa alasan, tanpa penjelasan dan tanpa ada kesempatan. Jika ini berkaitan dengan perasaanku yang tertuju padamu, mungkin aku belum pernah siap untuk bertemu makhluk Tuhan lainnya.

Asal kau tau saja, ini benar-benar membosankan. Memikirkanmu sangat mengganggu ku, namun itulah aktivitas malam yang selalu aku lakukan. Menulis tentangmu seakan menjadi hobi ku yang sekarang, hingga aku tak bisa mengenali diriku kembali. 

Kini, sudah lama aku tak melihatmu, namun terakhir kali kita bertemu kau tampak berbeda, senyummu sangat bahagia. Sepertinya ada seseorang yang membuat mu tampak sebahagia itu, jika memang itu benar, sejujurnya aku sangat bahagia lebih bahagia dari yang kau rasakan, karna aku adalah orang yang paling mendukung segala hal yang membuatmu bahagia.

Sudah banyak hal-hal yang ingin aku ceritakan kembali padamu, berkali-kali aku mencoba namun aku akan kalah dengan perasaan yang kupunya. Menghindar tak akan menjadi membaik, tetapi biarlah seperti ini, aku sedang berusaha untuk beranjak, jika usahaku tak kunjung berhasil biarlah waktu yang melenyapkan cerita ini, hingga suatu saat jika waktu telah menghilangkanmu aku akan tersenyum mengingat cerita yang sangat indah ini dalam versiku.

Sabtu, 19 November 2016

Dibalik rasa



-vsyardilla

Kau bukan masalaluku

Namun kau melewatkanku begitu saja

Tanpa menoleh

Dan tanpa dialog sepatah kata pun

Aku berusaha menghindar

Mengendalikan logika untuk selalu berkata tidak

Namun, nyatanya aku menyayangimu

Diam-diam aku merindukanmu

Saat aku melihatmu

Aku tersadar, aku hanya temanmu

Sebentar lagi



-vsyardilla

Sementara, biarkan aku disini

Jangan memaksaku untuk pergi

Sebab untuk beranjak darimu

Aku membutuhkan langkah yang cukup pasti


Aku tak pernah menginginkan perasaan ini

Hanya saja ia datang dengan sendirinya

Aku telah berusaha beranjak

Namun, tetap saja langkahku berbalik kearahmu


Kau tak perlu resah

Tetaplah seperti ini

Cukup  perasaan ku saja yang gelisah

Beri aku waktu, walau hanya untuk sebentar saja