Sepekan lalu ingat enngak untuk pertama kalinya kita
berkenalan, unik ya? Mungkin ini perkenalan yang paling mengesankan buatku.
Keadaan nya masih sangat kaku, namun kita memulai percakapan percakapan yang
sama sekali enggak ada arahnya.
Dari hari itu kita semakin dekat, kita menjadi dua orang yang
sangat akrab. “Hari ini aku bertemu dengan orang aneh, aku jatuh cinta, aku
galau, aku kesel, aku mau gini, menurutmu?” hampir setiap hari aku mengucapkan
kata-kata itu kepadamu. Aku enggak
pernah kepikiran kalau kamu merasa terganggu hanya saja melakukan kebiasaan
itu, aku sangat nyaman.
Sialnya, keadaan yang begitu menyenangkan aku rusak dengan
seketika. menyebalkan, namun enggak ada yang salah jika telah menyangkut
perasaan. Diam-diam aku cemburu! Tanpa disadari aku memiiki perasaan yang tak
biasa. Aku menghindar, sering kali aku menolaknya namun semakin aku menghindari
ia semakin menghantui.
Kau berhak marah, kau berhak kecewa, namun kau tak berhak
menyalahkan perasaanku karna aku tak menyuruhmu untuk bertanggung jawab atas
perasaan yang ku punya. Kita mulai berjarak, sepertinya bukan kita, tetapi
hanya aku. Kau terlihat biasa namun aku tak bisa sepertimu.
Beberapa orang menemukanku. Bahkan salah satu dari mereka kau
mengetahuinya. Namun bagaikan manusia yang tak berhati, aku melewatkan mereka
begitu saja tanpa alasan, tanpa penjelasan dan tanpa ada kesempatan. Jika ini
berkaitan dengan perasaanku yang tertuju padamu, mungkin aku belum pernah siap
untuk bertemu makhluk Tuhan lainnya.
Asal kau tau saja, ini benar-benar membosankan. Memikirkanmu
sangat mengganggu ku, namun itulah aktivitas malam yang selalu aku lakukan.
Menulis tentangmu seakan menjadi hobi ku yang sekarang, hingga aku tak bisa
mengenali diriku kembali.
Kini, sudah lama aku tak melihatmu, namun terakhir kali kita
bertemu kau tampak berbeda, senyummu sangat bahagia. Sepertinya ada seseorang
yang membuat mu tampak sebahagia itu, jika memang itu benar, sejujurnya aku
sangat bahagia lebih bahagia dari yang kau rasakan, karna aku adalah orang yang
paling mendukung segala hal yang membuatmu bahagia.
Sudah banyak hal-hal yang ingin aku ceritakan kembali padamu,
berkali-kali aku mencoba namun aku akan kalah dengan perasaan yang kupunya.
Menghindar tak akan menjadi membaik, tetapi biarlah seperti ini, aku sedang berusaha
untuk beranjak, jika usahaku tak kunjung berhasil biarlah waktu yang
melenyapkan cerita ini, hingga suatu saat jika waktu telah menghilangkanmu aku
akan tersenyum mengingat cerita yang sangat indah ini dalam versiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar